TNI Angkatan Udara menyelenggarakan penataran Hukum Internasional, Hukum Udara dan Ruang Angkasa bagi perwira dan PNS Golongan III di Hotel Harper M.T. Haryono, Jakarta, Indonesia.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, dipercaya menjadi salah satu pemateri pada kegiatan ini.

Penataran yang diselenggarakan pada 26-28 Maret 2019 ini turut menghadirkan para pemangku kepentingan dunia penerbangan nasional sebagai pemateri.

ASEAN Aviation Integration Platform (AAIP) IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia menyelenggarakan focus group discussion di Bangi, Malaysia. Tema yang diangkat ialah “ASEAN Ownership and Control Liberalisation”.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, memaparkan hasil penelitiannya beserta rekomendasi kebijakan untuk ASEAN dan Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 13 Maret 2019 ini turut dihadiri oleh maskapai penerbangan dan beberapa pusat riset maupun universitas negara anggota se-ASEAN – diantaranya Filipina, Indonesia, Malaysia dan Thailand,

Kredit foto: AAIP

Pendirian Pusat Studi National Air Power digagas pada 9 Januari 2019. Adalah Marsekal (Purn) Chappy Hakim, Prof. Makarim Wibisono dan Prof. I.B.R. Supancana yang menjadi lokomotif dibalik gagasan ini.

Pertemuan perdana yang mengumpulkan praktisi, akademisi serta wartawan dengan peminatan bidang kedirgantaraan berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Kedepannya Pusat Studi National Air Power akan menjadi mitra Pemerintah Indonesia dengan memberikan gagasan serta solusi terhadap berbagai isu kedirgantaraan.

Segenap pengurus dan penasihat APCI, yakni Marsekal (Purn.) Chappy Hakim, Prof. I.B.R. Supancana, Dr. Yono Reksoprodjo, Dr. Tjahyo Tamtomo dan Ridha Aditya Nugraha – yang juga merupakan ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya – hadir pada pertemuan perdana ini.

ASEAN Aviation Integration Platform (AAIP) IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia menyelenggarakan seminar di Bangi, Malaysia. Tema yang diangkat ialah “Aircraft Airworthiness and Challenges in Ensuring Commonality of Regulations within ASEAN”.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, mempresentasikan hasil penelitiannya beserta rekomendasi kebijakan untuk ASEAN dan Indonesia.

Seminar yang diselenggarakan pada 19-21 Desember 2018 ini turut dihadiri oleh otoritas penerbangan sipil Malaysia serta perwakilan beberapa maskapai penerbangan.

Kredit foto: AAIP

European Aviation Safety Agency (EASA) menyelenggarakan ARISE Plus Civil Aviation Passenger Protection Workshop di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pelatihan yang diadakan pada 4-6 Desember 2018 bertujuan meningkatkan pemahaman otoritas penerbangan sipil negara anggota ASEAN perihal hak dan perlindungan penumpang; kemudian secara bersama-sama meningkatkan kualitas legislasi nasional, baik sehubungan penerbangan domestik maupun internasional.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset dan kebijakan APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, dipercaya menjadi salah satu instruktur serta ahli hukum udara untuk ASEAN.

Delegasi enam negara anggota ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, menghadiri workshop ini.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Mempererat Regional ASEAN Melalui Kegiatan Keantariksaan” di Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.

Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga pada 6 Agustus 2018.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI sekaligus ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Airline Control and Ownership Rules: The ASEAN Open Skies Story” di Bremen, Jerman.

Workshop yang diselenggarakan pada 22-23 Juni 2018 dan bekerjasama dengan Airneth, Bremen Airport serta Università degli Studi di Bergamo ini turut mengundang praktisi dan pakar transportasi udara dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya Prof. Hans-Martin Niemeier (Hochschule Bremen), Prof. Kenneth Button (George Mason University), Prof. Gianmaria Martini (Università degli Studi di Bergamo), Jon Howell (AviaDev Africa), Joan Miquel Vilardell (ALG Barcelona), Christian Bontemps (ENAC), Mike Tretheway (InterVISTAS Vancouver), Ian Kincaid (InterVISTAS London), and Cathal Guiomard (Dublin City University).

PT. Angkasa Pura II selaku salah satu operator bandar udara di Indonesia menyelenggarakan workshop hukum udara. Kegiatan yang diselenggarakan pada 12 Mei 2018 bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman akan hukum udara bagi para pegawai PT. Angkasa Pura II.

Ridha Aditya Nugraha selaku manajer riset APCI – serta merupakan ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya – dipercaya menjadi pemateri pada acara ini.

The Institute for Democracy and Economic Affairs (IDEAS), suatu think-tank berbasis di Malaysia, menyelenggarakan roundtable discussion bertemakan “Advancing Seamless ASEAN Skies”. Acara yang diselenggarakan pada 27 April 2018 mengambil tempat di Hilton Kuala Lumpur, Malaysia.

Ridha Aditya Nugraha, manajer riset APCI yang juga merupakan ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya, berkesempatan untuk memberikan kontribusi pada roundtable discussion ini.

Acara ini juga dihadiri oleh Central Aviation Authority Malaysia (CAAM), ASEAN Secretariat, International Civil Aviation Organization (ICAO), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), European Aviation Safety Agency (EASA), Thammasat University, Embry-Riddle Aeronautical University, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Kredit foto: IDEAS

Fakultas Hukum Universitas Pancasila menyelenggarakan seminar nasional hukum udara pada 19 April 2018 di Jakarta, Indonesia. Tema yang diangkat ialah “Perkembangan Hukum Udara Internasional Publik dan Perdata di Indonesia Pasca Peristiwa 9/11”.

Tampil sebagai pemateri ialah Kolonel Sus Bambang Widarto dari TNI Angkatan Udara (Kementerian Pertahanan) dan Ridha Aditya Nugraha – manajer riset APCI yang juga merupakan ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya. Materi hukum udara publik disampaikan oleh Kolonel Sus Bambang Widarto; sementara Ridha Aditya Nugraha melengkapi dengan aspek perdata hukum udara.

Dr. Eddy Pratomo, ketua jurusan Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Pancasila yang juga merupakan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman (2009-2013) dan Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri (2006-2009), didaulat sebagai keynote speaker. Kini beliau menjabat sebagai utusan khusus Presiden untuk penetapan batas maritim antara Republik Indonesia dan Malaysia.